DKP Sulteng: Data Japesda Dibutuhkan untuk Menentukan Kebijakan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

JAPESDA – Data dari lapangan, dalam hal ini soal perikanan, akan sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan oleh pemerintah. Hal itu diterangkan Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut-Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh. Edward O Yusuf, saat Japesda melakukan audiensi di kantor DKP Sulteng di Kota Palu, Senin (7/12/2020).

Hampir setahun terakhir, Japesda melakukan pendataan khususnya perikanan gurita, dalam agenda program memperkuat konservasi laut berbasis masyarakat dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

“Saya memohon bantuan untuk dirangkum semua datanya. Karena kami membutuhkannya nanti. Data yang teman-teman hasilkan itu sangat berpengaruh pada langkah-langkah kebijakan yang akan diambil (Pemerintah) Provinsi,” kata Edward.

Di Indonesia, data tentang perikanan gurita sangat minim. Edward mengapresiasi kerja-kerja yang dilakukan Japesda di wilayah Sulteng. Dia mengaku, selama ini pihaknya sangat kekurangan data, apalagi soal perikanan gurita.

Selain itu, Edward mengungkapkan, potensi perikanan gurita di Sulteng sangat tinggi. Ada banyak gurita dari Sulteng-termasuk di Desa Uwedikan-yang sudah diekspor ke Eropa dan Amerika. Dikatakannya, tingginya permintaan gurita muaranya tentu akan menguntungkan masyarakat nelayan. Oleh karena itu kerja sama dari semua pihak diperlukan untuk mengembangkan potensi tersebut.

“Co-management yang teman-teman usulkan, bisa menjadi salah satu rujukan bagi kami untuk pengelolaan kawasan Uwedikan,” ujar Edward.

Pertemuan dengan DKP Sulteng itu pun menemui kesepakatan: Selain untuk meningkatkan perekonomian nelayan, program yang dilakukan Japesda juga dapat mengedepanlan konservasi konservasi gurita dan habitatnya.

Selain berkunjung ke kantor DKP Sulteng, pada hari yang sama, Japesda juga menyambangi kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah. Saat itu, tim diterima oleh Kepala Bidang Ekonomi, Saleh Lubis.

Tak jauh berbeda dengan DKP Sulteng, Bappeda juga mendukung program Japesda di Desa Uwedikan. Disampaikan Saleh, isu mengenai perikanan gurita bisa dibilang merupakan hal yang baru di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami akan support. Silahkan Japesda melakukan kegiatan di wilayah Sulteng, tapi dengan ketentuan dan kebijakan pemerintah daerah. Terima kasih sudah berkoordinasi,” imbuh Saleh.

Dirinya juga menyatakan siap dilibatkan bilamana dibutuhkan dalam kegiatan Japesda di Desa Uwedikan. Permasalahan besar Sulteng, kata Saleh, soal kemiskinan. Melalui program yang bisa memberikan alternatif pendapatan kepada masyarakat, khususnya masyarakat nelayan, dia memiliki harapan besar agar program ini berjalan dengan baik dan lancar.

“Jika kita lihat program konservasi yang dilakukan Japesda ini berjalan baik. Bisa jadi kegiatan ini akan menjadi role model dan bisa diaplikasikan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah,” katanya. ***