Japesda Gelar Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal


Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (JAPESDA) menggelar kegiatan pelatihan diversifikasi pangan lokal di Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Bekerja sama dengan kelompok mitra lokal di UPT SP3 Pabuto, Marsudi Lestantun, pelatihan tersebut dilakukan selama dua hari, 4-5 Maret 2020.

Koordinator program, Ahmad Bahsoan menyampaikan, kegiatan ini dilakukan untuk melatih kelompok masyarakat, khususnya perempuan, dalam memanfaatkan dan mengolah hasil kebun mereka. Pelatihan ini diikuti kurang lebih 52 orang, terdiri dari 25 orang perempuan dan 27 orang laki-laki.

“Upaya diversifikasi pangan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan konsumsi produk impor. Dan bisa menjadi usaha alternatif ekonomi untuk mencapai kedaulatan pangan Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat di SP3 Pabuto,” katanya.

Pelatihan diversifikasi pangan ini, sambung Ahmad, merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya oleh mitra lokal Marsudi Lestantun dan JAPESDA, melalui Program GEF-SGP di Gorontalo. Mulai dari penerapan terasering di lahan miring, serta pembibitan dan penanaman bibit tanaman buah dan kayu.

Kagiatan diawali dengan pemaparan yang dilakukan oleh para trainer. Tentang pengalaman berwirausaha mereka, terutama dalam merintis usaha “kecil-kecilan” dengan berbagai olahan produk.

Salah seorang Trainer, Vivi Suaib, selaku pemilik IKM PUTRI Kota Gorontalo, memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat terutama perempuan di SP3 Pabuto. Ia meminta para peserta untuk tidak berputus asa dan terus belajar membuat inovasi produk, yang bersumber dari hasil kebun mereka sendiri.

Selanjutnya masyarakat mempraktekkan langsung pembuatan berbagai olahan pangan lokal, dengan bahan dasar hasil bumi mereka, di antaranya: ubi jalar, ubi kayu, pisang, buah naga dan hasil kebun lainnya. Kemudian diolah menjadi kripik pisang, kripik singkong, selai buah naga, susu kedelai dan kerupuk dari pisang.

Selama ini, warga SP3 Pabuto sangat kesulitan untuk membeli kebutuhan pangan di pusat Desa atau di Pusat Kecamatan. Karena lokasinya yang sangat jauh, juga karena akses jalan yang kurang memadai. Melalui kegiatan ini, sedikitnya masyarakat akan lebih terdorong memanfaatkan sumber karbohidrat dari kebun mereka sendiri. Ketimbang harus bergantung pada beras/nasi yang sulit dijangkau.

Selain itu, penerapan bercocok tanam dengan sistem agroforestri atau kebun campur di lahan mereka. Akan lebih menambah ragam jenis tanaman yang dapat diolah menjadi berbagai jenis produk, nantinya.

Kepala UPT SP3 Pabuto, David, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada JAPESDA yang sejak awal telah mendampingi para petani di sana, khususnya dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melakukan terasering dan penanaman di beberapa lahan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut, dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat lainnya yang ada di SP3 Pabuto.”

(Bambang Mamangkay)