Kecam Insiden Penganiayaan Terhadap Jurnalis Gorontalo, Japesda: Ini Kejahatan Demokrasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

JAPESDA – Tindak penganiayaan terhadap jurnalis terjadi lagi di Gorontalo. Seorang pemimpin redaksi media daring butota.id, Jefry Rumampuk, menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).

Berdasarkan rilis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo, berikut kronologi insiden penganiayaan tersebut: Jumat (25/6) pukul 15.30 WITA, Jefri berkendara motor membonceng istrinya yang akan memeriksakan kandungan ke RS Otanaha, Kelurahan Molosipat, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Tiba-tiba dia dipepet oleh dua motor yang dikendarai OTK.

Belum sadar sepenuhnya bahaya yang menghampirinya, Jefri merasakan tangan kanannya disambar benda asing, dia mengira istrinya yang menepuk tangannya, tapi beberapa saat kemudian dia sadar tanggannya ternyata dibacok hingga mengalami ruka robek yang cukup serius.

Kebetulan sedang berada tidak jauh dari rumah sakit, dia pun dilarikan dengan bentor ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama di RS Otanaha.  Sementara itu pelaku saat ini sedang diburu oleh Tim Gabungan Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota.

Direktur Japesda, Nurain Lapolo mengecam penganiayaan terhadap jurnalis ini. Jurnalis dan media di Gorontalo selama ini telah menjadi mitra Japesda. Selain itu, menurutnya, kasus ini tidak hanya menjadi bentuk pembungkaman terhadap pers, sebab ancaman atau teror serupa bisa juga menyasar kelompok-kelompok kritis lainnya, termasuk aktivis yang menjadi anggota Japesda.

“Aksi pembacokan ini bagian dari kejahatan demokrasi, upaya membungkam kebebasan berekspresi dan sikap kritis warga,” tegas.

Oleh karena itu, sambung Nurain, pihak kepolisian harus segera menangkap pelaku, serta mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Dia mengingatkan semua orang punya hak yang sama untuk berekspresi dan berpendapat, kekerasan terhadap jurnalis merupakan kejahatan serius yang mengancam nilai-nilai demokrasi.***