Nelayan Kadoda Sulap Sampah Plastik Jadi Alat Tangkap Gurita

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

JAPESDA – Nelayan di Desa Kadoda, Kecamatan Talatako, Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah memanfaatkan sampah plastik menjadi alat tangkap gurita. Berdasarkan informasi dari pendamping lapangan JAPESDA, Mohammad Ikbal Karau, pemanfaatan sampah ini memang sudah dilakukan nelayan di sana sejak lama.

“Daripada tertumpuk, jadi mereka maksimalkan limbah botol-botol plastik itu biar bisa berguna. Salah satunya untuk buat alat tangkap gurita,” terang Ikbal.

Mereka menyebut alat tangkap tersebut “Ketang” atau kepiting, atau di tempat lain alat serupa biasa disebut Cipo dan Gara-gara. Ikbal mengatakan bahwa kesadaran masyarakat Kadoda tentang pengelolaan sampah cukup baik. Di rumah-rumah nelayan, atau masyarakat Kadoda pada umumnya, masing-masing terdapat tempat sampah rumah tangga.

Hal ini, lanjut Ikbal, karena masyarakat sadar bahwa desa mereka adalah desa wisata. Di desa ini juga sudah dibentuk kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Komunitas yang sebagian besar terdiri dari anak muda inilah yang sering mengkampanyekan tentang bagaimana pengelolaan sampah yang baik.

Wilayah desa Kadoda masuk dalam wilayah pulau terpencil. Sebuah jurnal ilmiah tentang penerapan pengelolaan persampahan di pulau-pulau kecil (Tuti Kurtiasih, Fitijani Anggraini, 2010) menyebut, Aksesibilitas akibat lokasi yang terpencil dan terisolir merupakan kendala utama dalam pelaksanaan pengelolaan dan pembangunan pulau-pulau kecil di Indonesia dan menyebabkan keterbatasan sumber daya air dan infrastruktur.

Pembangunan di pulau-pulau kecil perlu diarahkan untuk mengelola dan mendayagunakan potensi yang ada secara lestari berbasis masyarakat sehingga dapat berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan di pulau-pulau kecil pada umumnya belum dikelola dengan baik. ***