Photo Story: Nelayan di masa Pandemi dan Musim Selatan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Tahun 2020, bisa dibilang masa paling suram bagi nelayan. Selain karena adanya krisis kesehatan Pandemi Covid-19, hadirnya musim selatan ikut melumpuhkan penghidupan nelayan. Berikut beberapa foto yang diambil pendamping lapangan Japesda, Muhammad Ikbal Karau, dari wilayah dampingan Japesda di Desa Uwedikan, Kecamatan Timur, Kabupaten Banggai.

 

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Banyak nelayan memarkir perahu. Pilihannya hanya dua: memaksa turun melaut dengan risiko tinggi, atau tetap di rumah tanpa penghasilan.

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Di musim selatan, nelayan menghabiskan waktu untuk memperbaiki perahu dan alat-alat tangkap.

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Untuk meminimalisir risiko, para nelayan turun melaut di malam hari. Ikan-ikan tangkapan tetap melimpah, tapi beberapa jenis seperti gurita sangat langka.

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Karena kondisi gelombang air laut yang labil, Pukat adalah satu-satunya alat tangkap yang bisa dipakai nelayan di masa musim selatan.

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Peran perempuan sangat penting di masa-masa sulit ini. Selain memperbaiki alat-alat tangkap, mereka juga sering turun melaut dengan para suami, dengan risiko yang sama.

Foto: Ikbal Karau/Japesda

Sepi. Tak seperti biasanya, rumah persinggahan nelayan di Desa Uwedikan kosong.